ANALISIS RATU EKA BKJ, PDIP TERTINGGI JADI PARTAI PEMENANG TAPI PRABOWO GIBRAN UNGGUL HAMPIR DI SEMUA WILAYAH!

PDIP


Penulis_@Ratu Eka Bkj



Alhamdulillahirobbil'alamin PDIP masih tetap menjadi Parpol top level, dengan hasil suara tertinggi 15,89% dan berkuasa. Sebenarnya, emang banyak orang itu masih paling suka  dengan ideologi partai seperti PDIP yang demokrasi dan nasionalis. Tentunya, bersama Perempuan Pemimpin hebat Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri. Seorang Negarawan sejati penjaga Pancasila dan Demokrasi, kharismatik, pemberani, kesetaraan gender dan toleransi. 





Alhamdulillahirobbil'alamin legislatif masih dikuasai PDIP, meskipun eksekutif/Presiden dari partai politik lain. Tapi, partai tertinggi pollingnya tetap PDIP dong. Sehingga, kebijakan di DPR masih akan didominasi Banteng Merah👸✊👍. Bahkan, digadang-gadang yang akan menduduki kursi Ketua DPR RI kembali. 


Menurutku, kayaknya tahun ini kesalahan mengajukan Calon Presiden. Karena, terbukti di polling elektabilitas dan hasil hitung cepat untuk Partai tetap PDIP paling tertinggi. Meskipun pemenang Presiden partai sebelah, Gerindra. Namun, orang-orang masih paling suka dengan parpol PDIP. Meskipun, analisis pemilihan Calon Presiden yang diajukan tahun ini PDIP meleset. Kurang tepat memilih kader yang dicalonkan.


Menurut analisa Saya, kenapa Prabowo-Gibran unggul di hampir seluruh wilayah. Karena, bersatunya golongan nasionalis dan nasionalis. Trend-nya zaman sekarang, orang lebih suka dengan figur yang nasionalis ketimbang konservatif/agamis. Apalagi, adanya figur Jokowi di diri Gibran yang suaranya rata-rata merah/PDIP. Sehingga, membuat PDIP terpecah suaranya. Artinya, suara nasionalis Gerindra dan suara nasionalis PDIP bersatu di kubu 02.


Terbukti, partai politik paling tinggi pollingnya masih tetap dipegang oleh PDIP sejumlah 15,89%. Sehingga, legislatif tetap Banteng Merah yang berkuasa. Artinya, jiwa rakyat itu masih banyak yang lebih suka nasionalis dan demokrasi Banteng Merah. Cuman tahun ini, pemilihan kader yang diajukan Capres meslet. 


Analisisnya kurang tepat, figur Ganjar kurang menarik bagi rakyat Indonesia. Apalagi, isu Ganjar berwajah mirip Belanda. Terlebih, jejak politiknya sebagai Gubernur Jateng yang tetap membuat Jawa Tengah menjadi taraf ekonomi terendah di tanah Jawa. Apalagi, kabar Ganjar yang menormalisasi bokep membuat masyarakat ilfil. 


Lalu, kenapa saat dulu Prabowo 2 x maju selalu kalah? Karena, dulu Gerindra mencitrakan partai yang konservatif/agamis radikal/black campaign. Pasalnya, didukung oleh kelompok radikal dan fundamental seperti FPI dan wahabi. Sehingga, banyak rakyat yang tidak suka. Sedangkan sekarang, Prabowo berpindah haluan didukung kubu Jokowi yang identik nasionalis. Sehingga, ini yang membuat masyarakat jadi simpatik.


Malah bagus loh, hasil dinamika politik seperti ini. Yakni, antara Partai Penguasa Legislatif dan Partai Presiden-nya berbeda. Justru dapat membuat demokrasi, akan semakin seimbang. Kalau beda partai, bakal ada kebijakan-kebijakan yang saling kontrol dan kontras antara DPR dengan Presiden. Sehingga, nggak asal nurut-nurut doang. Bakal ada oposisi dan adu gagasan, dengan begitu demokrasi semakin sehat. Kalau pemenang pemilu satu partai baik DPR dan Presiden justru kebijakan-kebijakan nggak ada yang kontrol, nggak ada yang jadi oposisi, dampaknya ke demokrasi.



KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
0895367203860 
Owner, Founder, CEO
= 085704703039 
Customer Service


DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =


0481723808

EKA APRILIA.... BCA


0895367203860

EKA APRILIA, OVO

Comments