PERBEDAAN BAHASA JAWA TIMUR DENGAN JAWA TENGAH ATAU JOGJA, BERHUBUNGAN DENGAN SEJARAH DAN PERTUMBUHANNYA!

Bahasa Jawa


Penulis_@Ratu Eka Bkj



Kalau kita di Jakarta, biasanya Jawa Timur terkenal sebagai Bahasa Jawa Kasar/Ngoko. Padahal, sebenarnya di Jawa Timur juga ada Bahasa Jawa Alus/Krama. Tapi, emang bahasa alusnya di Jawa Timur agak beda dengan Jogja+Jawa Tengah. 


Kalau di Jawa Timur pakek Bahasa Jawa Alus-nya, khas yang biasa dipakai di Pesantren. Kalau pernah dengar Bu Khofifah dan Gus Dur ngomong Jawa Alus, yak macam itu redaksi bahasa dan logat yang digunakan. Kalau di Jogja+Jawa Tengah biasanya Bahasa Jawa Alus-nya, khas bahasa yang biasa dipakai di Keraton / Pakem Bahasa Jawa Teoritis. 


Mungkin, ini sebab ada kaitannya dengan sejarah. Dimana, Jawa Timur lebih identik berkembangnya Kerajaan Mataram. Sedangkan, di Jawa Tengah+Jogja lebih banyak berkembang Kerajaan Majapahit. 


Mangkanya, kenapa di Jawa Timur dilarang menggunakan nama "Gusti" untuk manusia. Gus Dur pun pernah menolak gelar "Gusti" dari keraton Jogjakarta. Sebab, di Jawa Timur sejak kecil sudah terbiasa belajar Tauhid untuk dilarang menyamai manusia dengan ALLOH. 


Oleh sebab itu, sampai sedetail itu terkait Bahasa di Jawa Timur. Menjaga kesakralan kata "Gusti", hanya diperuntukkan untuk ALLOH. Latar belakang ini, tidak terlepas dari sejarah di Jawa Timur yang iconik dengan Kerajaan Mataram/Islam dan Pesantren. 


Berbeda dengan Jawa Tengah yang bisa kita temui seseorang mempunyai nama "Gusti", atau bahkan memberikan gelar kepada tokoh Keraton/berpengaruh dengan title "Gusti". Terlebih, kita pernah menemui kosakata "Pangeran" untuk memanggil nama ALLOH di Jawa Tengah. Sedangkan di Jawa Timur, hampir tidak ada memanggil ALLOH dengan sapaan "Pangeran".


Begitulah perbedaan bahasa dalam Jawa Timur, dengan Jawa Tengah atau Jogjakarta. Selain bahasa, masih banyak juga culture yang berbeda. 


Seiring dengan pertumbuhan zaman. Jawa Timur mengalami akulturasi dengan modernisasi, pendidikan, dan keilmuan ilmiah/pengetahuan. Sehingga membuat gagasan dan sikap hidup kontemporer, kesetaraan gender, dan egaliter lebih dominan di Jawa Timur. 


Mangkanya, nggak heran di Jawa Timur lebih banyak Bahasa Jawa Ngoko dipadukan Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Jawa Krama. Bahkan, dapat kita peroleh dan temui banyak seorang Perempuan yang menjadi Pimpinan Tertinggi. Diantaranya seperti Perempuan menjadi Gubernur, Walikota, Rektor, Pendakwah, Ulama, Ketua Umum, CEO/Direktur Utama, Pimpinan, dan semacamnya. Mungkin, agak sedikit berbeda dengan Daerah Lain yang sampai saat ini belum pernah memiliki Gubernur seorang Perempuan.



KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
0895367203860 
Owner, Founder, CEO
= 085704703039 
Customer Service


DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =


0481723808

EKA APRILIA.... BCA


0895367203860

EKA APRILIA, OVO

Comments

Popular posts from this blog

KECANTIKAN & AURAT ITU UNTUK DIRI SENDIRI, BUKAN BUAT SUAMI!

JANGAN PAKE KATA "KULO" DALAM BAHASA KRAMA, NIH LIHAT SEJARAH LINGUISTIK JAWA-NYA!