PENTINGNYA HAM DALAM PERGAULAN DIBANDING BUDAYA DAN DOGMA, INGAT KAMU DIBATASI HAK ORANG LAIN!

Pergaulan dalam HAM


Oleh_@Ratu Eka Bkj



Heran sama kultur timur khususnya Indonesia yang katanya kental agama dan budaya, tapi anehnya kita temui kebiasaan pria bertindak seksis kepada perempuan yang bukan circle-nya. Misalnya seperti suit-suit cewek di jalan, panggil cewek-cewek / dek / neng di jalan, jawil orang yang tidak dikenal atau belum akrab, berkata jorok atau kirim pab pada orang yang tidak dikenal. 


Padahal, Amerika Serikat saja kalau kita pelajari kultur-nya yang katanya pergaulan bebas namun mempunyai etika tinggi kepada orang yang bukan circle-nya. Bahkan, kepada orang yang tidak dikenal harus berjalan sejauh 5 langkah. Kalau lebih dekat dari itu namun belum kenal, dianggap tidak beretika. Selain itu, orang barat saat PDKT tidak akan berkata seksis dan eksotis sebelum keduanya saling bersepakat bahwa love atau like atau saling tertarik. Sedangkan, di Indonesia kadang masih PDKT belum ngomong suka tapi omongan dah nglantur macam tong sampah. 


Perkuat HAM sangatlah penting untuk etika bergaul. Sosialisasi Hak Asasi sangatlah penting, untuk kesadaran dalam bergaul. Jangan sok cringe ke orang yang bukan circle / bukan temen deket kamu, dengan alasan dia lok ama  temen-temen nha mau kok rangkulan kenapa ama kita nggak mau salaman misalnya, jangan juga dengan alasan karena pakaian yang sexy. Eh yak secara HAM wajar kalau sama sahabat itu sudah satu circle, ada namanya sosial private. Kedua belah pihak saling mempunyai persetujuan dan saling merasa aman atau butuh, benefit. Sedangkan, kepada orang yang belum akrab tidak bisa asal macam itu karena masih dibatasi hak orang lain yang belum tentu dia setuju. Intinya, orang lain yang masih sekedar kenal belum jadi circle (Sahabat/temen dekat/pacar/TTM/bestie) belum tentu doyan ama lo, dan dia punya hak untuk membentengi dirinya, kamu punya kewajiban untuk menghargai hak orang lain karena kamu belum memiliki hak persetujuan. 


Paling miris lagi, ketika ada orang atau Artis berpakaian sexy dan ditoel atau dilecehkan, netizen justru malah membela pria pelaku dengan alasan dia perempuan pakai pakaian sexy. Padahal, pakaian itu hak penuh bagi seluruh manusia untuk dia pilih apapun jenisnya. Sedangkan, tubuh manusia itu hak private dia yang orang lain berkewajiban untuk tidak menyentuh tanpa persetujuan pemiliknya. INTINYA, budaya Indonesia yang cenderung sexsis dan diskriminasi dengan alasan dogma dan budaya harus diubah dengan mengedepankan etika dan HAM!!! 


INGAT, DIA BELUM TENTU DOYAN AMA LO!!! 

MAU DIA SEXY OR MESRA AMA ORANG LAIN DI PUBLIK, YAK ITU HAK DIA KARENA DIA DOYAN, TAPI KALAU AMA ELO BELUM TENTU DOYAN. ADA HAK ASASI PRIVATE ORANG LAIN YANG MEMBATASI LO! INDONESIA NEGARA DEMOKRASI BUKAN NEGARA AGAMA! 



DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =


0481723808

EKA APRILIA.... BCA


0895367203860

EKA APRILIA, OVO

Comments

Popular posts from this blog

APA BEDANYA "AMBYAR MUSIK" DENGAN "ORKES KOPLO"?

Diksi Sapaan Untuk Perempuan di Jawa!