AGAMA DIBIKIN HAPPY YANG PENTING NGGAK LUPA PONDASI VS AGAMA DIBIKIN BERAT SAMPAI MELARANG YANG MUBAH!

Agama


Penulis_Ratu Eka Bkj



PENUKISAN EKA BKJ - Ketika agama tidak dibikin berat maka anak-anak/remaja/pemuda akan menjalankan agama dengan ikhlas dari hati tanpa paksaan, dengan tetap mereka bisa bermain atau hiburan yang mubah, nggak kayak dulu yang mubah saja banyak dilarang oleh ortu/guru/ulama sehingga banyak anak yang brontak. 


Agama itu jangan dibikin berat, yang penting nggak meninggalkan yang wajib dan tidak melakukan dosa, biarkanlah pemuda/remaja/anak-anak itu menjalankan yang mubah walaupun itu sebatas hiburan atau pertemanan. 


Karena kalau agama dibikin berat apa-apa nggak boleh padahal mubah, maka para pemuda akan semakin anti dengan agama. Akhirnya, malah yang urgen/pokok/wajib jadi ditinggalkan cuman gara-gara larangan yang mubah dengan alasan menjaga iffah. 


Ingat nggak kalau jadi anak remaja zaman dulu itu lebih berat, kebanyakan aturan dan larangan yang nggak urgen dan nggak logis. Temenan ama cowok aja nggak boleh, padahal nggak pacaran, padahal Sayyidah Robiah Al-Adawiah aja temennya para Ulama laki-laki kebanyakan, bahkan pernah diskusi tentang Tasawuf & Tauhid berduaan hanya dengan Hasan Al Basri. Selanjutnya larangan, nonton pasar malem aja nggak boleh padahal nggak aneh-aneh, bawa HP aja disita dan didenda, masih banyak lagi lah dulu aturan yang nggak masuk akal. 


Akhirnya kalau cewek tomboy macam saya yak nggak gubris, tetap gas walaupun ortu/guru/ulama tahu emang gue pikirin. Tapi kasihan cewek feminim yang introvert akhirnya diem-diem main di belakang, tanpa sepengetahuan ortu, yang justru berbahaya jadi kebablasan tanpa batas karena stres kebanyakan aturan. 


Nggak kayak zaman sekarang anak pesantren / kerudungan / sekolah Islam bisa bebas nonton konser, sholawatan, bioskop, nonton ambyar, ke pantai, berorganisasi, berteman dengan cowok asal nggak pacaran. Sehingga bagusnya, mereka jadi nggak stres dan tetap menegakkan yang wajib dengan ketulusan hati. Jadi, ingat di Jakarta anak-anak Muslimah Muslim sebelum masuk bioskop dan masuk nonton konser pada ngantri di Masjid atau Mushola nggak meninggalkan Sholat-nya. 


Berbeda zaman dulu pemuda/anak-anak/remaja kebanyakan dilarang yang mubah, karena saking paranoid ajaran agama-nya. Sehingga, anak-anak banyak yang brontak di belakang. Meninggalkan sholat yang wajib, dan justru melakukan yang lewat dari mubah karena tekanan aturan yang bikin mereka tertekan. 


Jujur nih dulu zaman Saya kecil hingga remaja hidup di lingkungan NU, tapi dulu wajah NU itu ajarannya persis FPI apa-apa dilarang bahkan yang mubah aja dilarang... Kalau NU zaman sekarang yang moderat/toleran seperti sekarang itu, Saya pikir mereka sudah mengadopsi Islam Kontemporer yang digagas Pemikir Islam @Amina Waddud dan Mufasir @Fazlur Rahman, NU sekarang pemikirannya seperti yang Saya peroleh kala menjadi Mahasiswa Ushuluddin yang terkenal dengan banyak ajaran Islam Kontemporer dan Moderat-nya. Dibandingkan anak Tarbiyah, yang cenderung masih memakai ajaran Islam yang Konvensional. 



KERJASAMA BISNIS, Mulai Klik Hubungi Kami via Whatshap 
0895367203860 
Owner, Founder, CEO
= 085704703039 
Customer Service


DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =


0481723808

EKA APRILIA.... BCA


0895367203860

EKA APRILIA, OVO

Comments

Popular posts from this blog

KECANTIKAN & AURAT ITU UNTUK DIRI SENDIRI, BUKAN BUAT SUAMI!