APA BEDANYA "AMBYAR MUSIK" DENGAN "ORKES KOPLO"?

Ambyar Musik


Penulis_@Ratu Eka Bkj



1). Secara genre musik Ambyar merupakan perpaduan Dangdut Koplo dan Campursari Kontemporer, sedangkan Orkes Koplo merupakan  perpaduan Dangdut dan Koplo. 


2). Secara alat musik, Orkes Koplo menggunakan Suling sedangkan Ambyar Musik menggunakan Biola atau Saxophone. 


3). Secara Pakaian, Artis/Penyanyi Ambyar biasanya memakai jelana panjang baik perempuan maupun laki-laki dengan gaya casual. Sehingga, meminimalisir maksiat dan terkesan lebih rilex. Sedangkan, Penyanyi/Biduan Orkes Koplo biasanya pakai rok pendek yang bikin lebih panas. 


4). Secara Penyebutan Profesi, biasanya Penyanyi Orkes Koplo disebut Penyanyi Pantura atau Biduan Panggung atau Penyanyi Panggungan. Sedangkan Artis/Penyanyi Ambyar biasanya cenderung disebut Artis/Grup/Band/Penyanyi Ambyar/Seniman/Nguri-Uri Budaya Jawa. 


5.1) Secara Kultural, dalam konser Ambyar Musik lebih teratur dengan organizer diantaranya seperti: 

a. Sistem bayar tiket, tidak boleh sawer. Sehingga, lebih aman terhindar dari pelecehan seksual seperti menyentuh bagian tubuh Artis. 

b. Adanya larangan dan pengecekan sebelum masuk konser seperti tidak boleh bawa Alkohol, bahkan ada yang lebih ketat tidak boleh bawa rokok juga. Sehingga, lebih terhindar dari barang-barang dosa dan terhindar dari adanya orang-orang mabuk yang  bikin rusuh suasana. 

c. Sangat sedikit peluang rusuh atau tawur. Karena, peraturan masuk yang ketat tanpa bawa alkohol sehingga tidak ada yang mabuk. Semua dalam kondisi sadar, tidak hilang akal. Sehingga, minim terjadi tawuran. 

d. Diorganisir oleh panitia event organized dengan pengamanan yang ketat, sehingga lebih teratur dan terjaga keamanannya. 

e. Image konser Ambyar musik yang sad girl dan sad boy sedang healing dengan Patah Hati Yo Dijogeti, sekaligus image Seni yang Berbudaya dengan Nguri-Uri Budaya Jawa, seperti yang telah dicontohkan atau dipopulerkan oleh Didi Kempot. 

f. Image seni musik yang Berbudaya membuat Musik Ambyar ditonton oleh berbagai kalangan, bahkan orang religius pun ikut mengadakan konser Ambyar, bahkan anak-anak sekolah atau santri pun diizinkan ortu nya untuk nonton konser. 


5.2) Secara Kultur, dalam Orkes Koplo biasanya lebih umum tanpa organizer seperti:

a. Diundang secara umum oleh penyelenggara, tanpa sistem tiket, bahkan kadang masuk free. 

b. Tanpa menggunakan panitia event organizer sehingga penonton lebih bebas masuk, tanpa filter. 

c. Tanpa tiket, dengan sistem sawer biduan. Sehingga, rentan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pelecehan seksual/menyentuh tubuh Penyanyi oleh penonton yang tidak beradab. 

d. Pengamanan cenderung minim sehingga jika terjadi rusuh/tawur, agak sulit terkendali. 

e. Ditambah dalam orkes biasanya masuk tanpa peraturan dan tanpa pengecekan barang, sehingga penonton bisa bawa alkohol seenaknya sampai mabuk tidak sadarkan diri, sehingga menjadi pemicu kerusuhan bahkan tawur yang tidak terkendali. 

f. Biduan/Penyanyi cenderung memakai rok pendek yang membuat situasi agak panas.

g. Pengamanan yang minim membuat resiko kehilangan barang berharga lebih tinggi, jika tidak berhati-hati sendiri. 

h. Image nonton Orkes yang identik diakhir dengan mabuk dan tawuran, menjadikan banyak orang tua protektif dengan melarang anaknya yang masih sekolah ikut orkesan. 



DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =


0481723808

EKA APRILIA.... BCA


0895367203860

EKA APRILIA, OVO


Comments

Popular posts from this blog

Diksi Sapaan Untuk Perempuan di Jawa!