PILIH ISTRI PENURUT TAPI SELINGKUH DI BELAKANG, ATAU PILIH ISTRI INDEPENDEN TAPI SETIA?


Penulis_@Ratu Eka Bkj 



Saya ingat beberapa waktu kejadian dulu, ada seorang pria berprofesi Jurnalis curhat ke Saya. Membandingkan antara mantan Istri pertama dengan Istri yang barunya. 


Dia pernah punya mantan Istri yang nurut dan jadi Ibu Rumah Tangga. Setiap hari aktivitas nya hanya ngurus rumah, anak, dan melayani dia sebagai suaminya. Dulu dia merasa bersyukur dan keluarganya sebagai mertua juga sangat menyayangi Istri tersebut, tapi suatu ketika dia kecewa berat dengan kejadian yang tidak terduga. Istrinya selingkuh di suatu hotel, dan mempergoki langsung di kamarnya sedang berzina. 


Kemudian, dia memutuskan untuk bercerai dengan Istri pertama. Selang berapa tahun kemudian, dia menikah lagi dengan seorang Istri yang Perempuan Karir dan Independen. Disisi lain dia bangga dan bersyukur karena Istrinya berprestasi dan setia jujur tidak pernah selingkuh, kemana-mana sering izin, dan HP-nya selalu dicek suaminya tidak pernah nolak, chat yak biasa urusan kerja dan kadang kala canda meskipun teman laki-laki kerjanya banyak juga. Berbeda dengan mantan Istri pertamanya yang sering alasan jika ingin dicek HP-nya oleh suaminya. Namun, disisi lain kadang dia merasa gresulo/ngeluh dan mengingat Istrinya yang sekarang tidak seperti dulu yang nurut dan sering melayaninya. 


Dia bingung mengapa sebagian dari yang dia suka ada di mantan Istri pertama, tapi disisi lain dia kecewa berat. Apalagi Ibunya sering ngomel-ngomel dan membandingkan Istri pertama dengan keduanya. Karena, Istrinya sibuk tidak bisa ngebantu mertua di dapur. 


Dia curhat ke Saya minta solusinya. 

Saya bilang ke dia, eh justru kamu itu yang kurang bersyukur dan dzolim. Kamu tahu nggak lok pekerjaan domestik itu sebenarnya kewajiban Suami/laki-laki dalam semua pendapat 4 besar Madzhab Fiqih: Hanafi, Maliki, Syafi'i, Maliki. 


Harusnya, kalau kamu mampu secara finansial sewa ART laki-laki dong untuk ngurus dapur dan rumah. Jangan lo bebankan ke Istri dan Ibu lo. Atau, kalau lo belum sanggup bayar ART yak lo lakuin dengan tenaga elo dong. Istri itu nggak wajib domestik. 


Lagian Istri pertama lo jadiin babu gitu, walaupun kelihatan nurut namanya manusia juga letih kali, lama-lama dia juga kecewa ama lo. Dia mah kalau aku cek itu kepribadian introvert jadi wajar kalau dia itu dipendam, kelihatan nurut, tapi di belakang dia brontak yak dengan cara selingkuh. Lagian lo coba mikir pakai otak logika, orang setiap hari pagi ampek sore lo kerja rodi cuman ngurus rumah nggak ada hiburan sama sekali yak stress lah. Ibu rumah tangga begitu yang ada pelampiasannya 2, satu pilih selingkuh atau yang ke dua pilihan melampiaskan ke anak baby blush / menyiksa fisik anak kayak di berita TV-TV itu.


Jadi, aku saranin lo banyak-banyak introspeksi dan belajar tentang kesetaraan gender dan belajar Hak Asasi Manusia. 


Saran kedua lo harus bersyukur banget sekarang sudah punya Istri perempuan karir yang berprestasi, dan juga jujur setia ama lo. Jaga baik-baik dia, jangan lo kecewain, jangan sampai entar Alloh ambil lagi dia buat orang lain karena lo nggak bisa membahagiakan-nya. 


Terkait Ibu lo, gini aku saranin jelasin baik-baik Ibu lo terkait kesetaraan gender dan Hak Asasi Manusia. Terus, jangan lo eksploitasi Ibu lo ngurus rumah. Elo sewa lah ART sono, atau kalau belum mampu lo kan cowok dan wajib domestik, sepulang kerja lo kerjain urusan rumah dan domestik juga.Lagian lo kan jurnalis zaman sekarang jarang wawancara, jarang investigasi, masih banyak lah lo waktu longgar. 


Lagian aku heran, lo jurnalis napa pola pikir kesetaraan gender lo belum tertanam yak. Biasanya jurnalis itu pemikirannya kontemporer dan moderat, nggak konvensional loh. 


Dia jawab, sebenarnya secara teori konsep pemikiran gue udah kesetaraan gender, ngerti teori feminisme, dan juga ngerti HAM gue Ka. 

Tapi, kalau menjalaninya dalam dunia pernikahan ternyata nggak semudah itu, berat banget ternyata gender itu. Apalagi keluarga gue tuh, masih konvensional dan yang sering kena omel tuh gue. 


Haddeh, itu mah ego patriarki kamu secara spontan dari alam bawah sadar karena hasil didikan keluarga dan budaya. Caranya, ubah mindset dan juga paksain secara behaviour buat  saling menghormati dan menghargai perempuan. Elo cerita gitu kok bikin aku makin takut nikah yak, elo sih curhat-curhat gitu. 


Sorry yak Kak, soalnya lo kan pola pikirnya logis dan juga ngerti soal psikologi jadi gue butuh pertimbangan gitu. 


Yaudah dah, jawab aku



DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =


0481723808

EKA APRILIA.... BCA


0895367203860

EKA APRILIA, OVO

Comments

Popular posts from this blog

APA BEDANYA "AMBYAR MUSIK" DENGAN "ORKES KOPLO"?

Diksi Sapaan Untuk Perempuan di Jawa!